7 Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak

Belajar merupakan salah satu aktivitas yang wajib dilakukan anak-anak tapi masih banyak anak yang malas belajar karena tidak mempunyai motivasi yang kuat. Sebagai orang tua harus bisa meningkatkan motivasi belajar agar anak mau belajar dan bisa memiliki banyak pengetahuan yang berguna bagi kehidupannya. Ada beberapa cara yang bisa digunakan orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar, berikut penjelasan lengkapnya.
Mengenal Jenis-Jenis Motivasi Belajar
Sebelum mempelajari cara meningkatkan motivasi belajar maka perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dinamakan motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan dorongan internal atau eksternal yang dapat mempengaruhi individu untuk melakukan aktivitas belajar agar bisa mencapai tujuan tertentu.
Motivasi belajar dibedakan menjadi dua yaitu motivasi belajar intrinsik dan juga ekstrinsik. Motivasi belajar intrinsik merupakan motivasi belajar yang berasal dari diri anak sendiri. Motivasi belajar ini bisa muncul dalam diri anak karena dipengaruhi keinginan anak untuk bisa mencapai tujuan tertentu misalnya ingin mendapatkan nilai yang bagus atau ingin mendapat pengakuan dari orang tua.
Sedangkan untuk motivasi belajar ekstrinsik merupakan motivasi belajar yang berasal dari luar diri anak. Motivasi ini bisa timbul karena adanya faktor eksternal yang mendorong anak untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya seorang anak termotivasi belajar karena jika bisa mendapatkan nilai yang bagus bisa memperoleh hadiah dari guru atau orang tua.
Cara Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar

Ada banyak alasan yang menyebabkan anak malas belajar sampai tidak ingin berangkat ke sekolah, contohnya tidak suka dengan mata pelajaran atau tidak menyukai guru yang mengajar. Apabila memiliki anak yang tidak termotivasi untuk belajar sebaiknya praktekkan beberapa cara berikut ini.
Mengajak Anak Mengobrol
Orang tua yang mendapati anaknya tidak mau belajar sebaiknya jangan langsung memarahi anak tersebut karena memarahi anak bukan solusi terbaik untuk membuat anak rajin belajar. Orang tua harus mengajak anak untuk berbicara dari hati ke hati agar bisa mengetahui apa yang menyebabkan anak malas belajar.
Tanyakan kepada anak secara lembut tentang kesulitan yang sedang dihadapi dan juga tanyakan informasi mengenai materi pelajaran apa saja yang disukai dan tidak disukai. Setelah mendapatkan informasi tersebut, berikan masukan kepada anak mengenai cara mengatasi kesulitan yang mereka hadapi dan juga informasikan mengenai dampak negatif dari tidak belajar agar mau belajar.
Agar anak lebih memahami saran yang diberikan sebaiknya berikan saran secara terperinci dengan menunjukkan langsung contoh nyata di kehidupan sehari-hari agar bisa memahami dampak buruk tidak rajin belajar.
Lihat juga : Konsistensi: Kunci Sukses dalam Proses Pembelajaran
Ikut Terlibat Dalam Aktivitas Belajar
Orang tua tidak boleh hanya menyuruh anak untuk belajar saja karena anak yang selalu diperintah kadang malah malas belajar. Orang tua harus ikut serta dalam urusan belajar anak dan selalu membantu masalah akademik yang sedang dihadapi anak. Contohnya ikut mendampingi dan membantu anak saat sedang mengerjakan tugas dari guru.
Dengan melibatkan diri nantinya anak merasa diperhatikan dan termotivasi untuk rajin belajar. Tapi perlu diingat kalau sedang belajar dengan anak sebaiknya jangan memarahi anak kalau melakukan kesalahan karena bisa menurunkan mental anak. Kalau memang anak melakukan kesalahan sebaiknya jelaskan kesalahan tersebut secara pelan dan halus agar anak memahami kesalahannya.
Memberikan Hadiah
Minat belajar juga bisa ditumbuhkan dengan cara memberikan hadiah kepada anak. Tapi kalau ingin menggunakan cara ini harus benar-benar memperhatikan waktu untuk memberikan hadiah karena pemberian hadiah di waktu yang tidak tepat malah bisa membuat anak menjadi makin malas. Agar hadiah yang diberikan memberikan dampak yang positif sebaiknya berikan pada event-event tertentu saja.
Contohnya memberikan hadiah saat anak sudah mendapatkan rapor atau bisa juga memberikan hadiah saat anak mendapatkan nilai yang bagus. Hadiah yang diberikan jangan selalu hadiah mewah tapi bisa memberikan hadiah-hadiah kecil yang bisa membuat anak merasa senang. Misalnya memberikan ciuman atau pelukan saat anak berhasil mengerjakan soal sulit atau mendapatkan nilai yang bagus.
Hargai Semua Bentuk Pencapaian Anak
Orang tua tidak sebaiknya jangan hanya memberikan hadiah saat anak mendapatkan nilai yang bagus di ujian saja tapi juga tetap harus memberikan penghargaan ketika anak tidak berhasil saat mengikuti ujian. Saat anak mendapatkan nilai yang kurang bagus sebaiknya jangan langsung dimarahi tapi berikanlah pujian sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras anak dalam mempersiapkan ujian.
Orang tua juga harus menyampaikan kata-kata manis untuk menyemangati anak agar lebih semangat untuk mengikuti ujian di periode selanjutnya. Meskipun terdengar sepele, tapi memberikan pujian saat anak sedang terpuruk merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri anak. Kalau bisa melakukan ini maka anak mau terus berjuang untuk belajar agar bisa memperoleh nilai yang lebih bagus lagi.
Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan
Anak merasa malas belajar bisa saja dikarenakan suasana rumah yang tidak menyenangkan atau tidak kondusif. Kalau kondisinya seperti ini sebaiknya orang tua harus bisa menciptakan suasana belajar yang dapat membuat anak merasa senang dan semangat. Untuk menciptakan suasana tersebut caranya cukup mudah yaitu simpan semua barang yang dapat membuat konsentrasi anak hilang.
Misalnya menyimpan mainan atau smartphone yang sering digunakan anak. Selain itu, usahakan untuk menciptakan suasana yang hening agar anak bisa fokus belajar. Kalau anaknya masih kecil sebaiknya gunakan metode pembelajaran yang menyenangkan, contohnya memanfaatkan permainan yang ada di laptop atau smartphone untuk menambah wawasan anak.
Lihat juga : 6 Manfaat Pendidikan Inklusif untuk Generasi Mendatang
Fokus Pada Minat Anak
Anak yang malas belajar bisa saja disebabkan materi pelajaran yang dipelajari tidak terlalu disukai. Kalau memang penyebabnya karena materi pelajaran sebaiknya orang tua bertanya kepada anak mengenai materi pelajaran yang disukai.
Orang tua harus mendorong anak untuk mengeksplorasi mata pelajaran yang mereka sukai agar tumbuh minat belajar. Orang tua juga perlu memberikan dukungan yang tepat, misalnya membelikan seperangkat alat musik untuk anak yang suka belajar mata pelajaran seni musik.
Selain itu, orang tua juga jangan pernah memaksa anak untuk selalu bisa mendapatkan nilai yang bagus di materi pelajaran yang disukai dan tidak dikuasainya. Kalau anak tidak merasa terpaksa untuk belajar nantinya akan secara sukarela mempelajari materi yang tidak terlalu disukai.
Kenali Gaya Belajar Anak
Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda sehingga orang tua harus benar-benar mengetahui gaya belajar yang disukai anak terlebih dahulu kalau ingin membuat anak lebih rajin belajar. Kalau dilihat secara umum, ada empat gaya belajar yang biasa digunakan oleh anak yaitu belajar melalui pendengaran, penglihatan, gerakan dan juga sentuhan.
Kalau ternyata anak tidak suka belajar dengan cara membaca maka ada kemungkinan anak lebih nyaman menggunakan gaya belajar lainnya jadi orang tua perlu mencoba metode pembelajaran yang berbeda. Contohnya menggunakan alat peraga untuk menjelaskan materi-materi pelajaran atau bisa juga mengajak anak belajar dengan mendengarkan cerita.